Apakah Solunesia menjual aplikasi pemerintah yang sudah jadi?+
Tidak sebagai pendekatan utama. Solunesia mengembangkan sistem berdasarkan kebutuhan instansi. Komponen yang pernah dikembangkan dapat menjadi referensi atau fondasi teknis, tetapi ruang lingkup, alur, antarmuka, data, dan integrasinya tetap disusun untuk proyek terkait.
Apakah layanan Solunesia tersedia melalui e-katalog?+
Ya. Solunesia tersedia melalui e-katalog untuk mendukung proses e-purchasing. Item yang dipilih dan ruang lingkup implementasinya perlu dicocokkan dengan kebutuhan, produk atau layanan yang tersedia pada katalog, serta proses internal instansi.
Apakah dapat mengikuti tender atau pengadaan langsung?+
Bisa. Tim dapat menyiapkan proposal teknis, metodologi, jadwal, personel, ruang lingkup, deliverable, dan dokumen pendukung berdasarkan KAK atau kebutuhan pengadaan. Metode dan tahapan akhirnya mengikuti ketentuan serta keputusan pihak berwenang.
Apakah aplikasi memenuhi standar keamanan BSSN?+
Sistem dirancang dengan kontrol keamanan yang mengacu pada pedoman BSSN dan persyaratan keamanan instansi. Klaim sertifikasi, hasil audit, atau kelulusan penetration test hanya diberikan apabila proses asesmen tersebut memang termasuk dalam scope dan telah dilaksanakan oleh pihak yang berwenang.
Bagaimana penerapan kebutuhan SPBE dalam proyek?+
Kebutuhan SPBE dipertimbangkan melalui pemetaan proses bisnis, layanan, data, aplikasi, infrastruktur, integrasi, keamanan, dokumentasi, serta tata kelola. Detail implementasinya mengikuti arsitektur dan kebijakan instansi.
Apakah dapat terhubung dengan aplikasi pusat atau kementerian?+
Bisa selama tersedia API, web service, mekanisme pertukaran data, dokumentasi, akun integrasi, dan kewenangan akses. Analisis teknis dilakukan terlebih dahulu karena setiap layanan pusat memiliki persyaratan serta batasan berbeda.
Apakah audit keamanan dan penetration testing tersedia?+
Bisa dimasukkan ke ruang lingkup proyek. Pengujian dapat mencakup pemeriksaan konfigurasi, hak akses, API, kerentanan aplikasi, serta tindak lanjut perbaikan. Jika dibutuhkan penilaian independen, pelaksana dan format laporannya disepakati bersama.
Apakah sistem dapat ditempatkan di server instansi?+
Bisa. Deployment dapat menggunakan data center instansi, server lokal, VPS, cloud, atau konfigurasi hybrid. Pilihan ditentukan berdasarkan kebijakan, kapasitas, keamanan, akses pengelolaan, backup, dan tanggung jawab operasional.
Apakah data dan aplikasi lama dapat diintegrasikan atau dimigrasikan?+
Bisa setelah struktur, kualitas, volume, format, dan akses data diperiksa. Migrasi serta integrasi biasarya melalui pemetaan, pembersihan, percobaan, rekonsiliasi, pengujian, dan persetujuan sebelum digunakan pada produksi.
Dokumen apa yang disiapkan saat serah terima?+
Dokumen dapat mencakup panduan pengguna, administrasi sistem, arsitektur, API, deployment, konfigurasi, database, hasil pengujian, berita acara, dan materi pelatihan sesuai deliverable yang tercantum dalam kontrak.
Bagaimana kepemilikan source code dan data diatur?+
Kepemilikan source code, repositori, database, lisensi komponen, akses server, dokumentasi, serta tanggung jawab maintenance dicantumkan secara jelas dalam ruang lingkup dan perjanjian proyek.
Apakah tersedia maintenance setelah sistem berjalan?+
Ya. Maintenance dapat mencakup monitoring, backup, perbaikan, dukungan pengguna, pembaruan keamanan, penyesuaian integrasi, pengembangan fitur, dan pendampingan operasional sesuai kontrak layanan.