Biaya Hardware Proprietary
Sistem komersial dengan perangkat khusus dapat membawa biaya pengadaan dan pemeliharaan yang tinggi untuk kebutuhan pemerintah daerah.
Queue Calling System yang menghubungkan touchscreen kiosk, display antrean, perangkat pemanggil di loket, dan dashboard manajemen dalam satu alur real-time. Hardware dan software dirancang bersama agar dapat diterapkan pada kebutuhan layanan publik dengan konfigurasi loket dan jenis layanan yang berbeda.

QCS dikembangkan untuk kebutuhan antrean di lingkungan layanan publik yang membutuhkan sistem lebih fleksibel daripada mesin antrean proprietary. Setiap implementasi dapat menyesuaikan kategori layanan, jumlah loket, identitas instansi, serta perangkat yang digunakan di lokasi.
Sistem antrean untuk layanan publik perlu tetap mudah dipahami oleh pengunjung, sederhana bagi petugas, dan cukup fleksibel untuk berbagai konfigurasi instansi. Solusi proprietary yang kaku juga dapat membuat biaya perangkat dan ketergantungan terhadap vendor menjadi lebih besar.
Sistem komersial dengan perangkat khusus dapat membawa biaya pengadaan dan pemeliharaan yang tinggi untuk kebutuhan pemerintah daerah.
Tanpa display yang selalu terbarui, pengunjung kesulitan memahami nomor yang sedang dipanggil dan loket yang melayani.
Vendor lock-in dapat membatasi penggunaan monitor, printer, atau perangkat umum ketika konfigurasi sistem berubah.
Jumlah loket, jenis pelayanan, tenant, branding, dan kebutuhan pengawasan berbeda di setiap lokasi implementasi.
Solunesia mengembangkan QCS dari lapisan perangkat hingga aplikasi. Touchscreen di area masuk, perangkat pemanggil di setiap loket, display publik, dan dashboard manajemen bekerja pada satu state antrean yang sama agar perubahan dapat terlihat langsung di seluruh titik.
Perangkat berbasis microcontroller digunakan pada sisi loket dan terhubung dengan workstation petugas. Display dapat menggunakan TV atau monitor standar, sementara komunikasi real-time menjaga perubahan antrean tetap sinkron tanpa membutuhkan perangkat proprietary pada setiap titik.
Pengunjung memilih kategori layanan dari kiosk dan menerima nomor antrean sesuai layanan yang tersedia.
Petugas dapat memanggil nomor berikutnya, memanggil ulang, atau kembali ke nomor sebelumnya dari perangkat fisik.
TV atau monitor menampilkan nomor antrean dan loket aktif berdasarkan perubahan yang diterima secara langsung.
Supervisor dapat melihat status loket, membuka atau menutup layanan, serta mengelola konfigurasi operasional.
Empat komponen utama bekerja sebagai satu sistem. Perangkat di sisi pengunjung dan petugas dibangun untuk mengikuti alur operasional yang sama dengan display dan dashboard.

Kiosk ditempatkan di area masuk dan menampilkan kategori layanan yang tersedia. Setiap implementasi dapat memiliki lebih dari 12 kategori layanan dan branding tenant yang berbeda.
Display publik menampilkan hubungan antara nomor antrean dan loket yang sedang melayani. Perubahan dikirim secara real-time dan dapat ditampilkan melalui TV atau monitor yang terhubung.


Perangkat berbasis microcontroller ditempatkan di meja petugas dan terhubung melalui USB ke workstation. Kontrol fisik dibuat sederhana agar petugas tidak perlu berpindah aplikasi untuk fungsi pemanggilan dasar.
Setiap perubahan antrean berjalan melalui state yang sama. Pengambilan nomor, pemanggilan dari loket, dan perubahan pada display tidak diproses sebagai sistem terpisah.
Pengunjung memilih layanan melalui touchscreen kiosk.
Nomor disimpan sesuai jenis layanan dan status antrean.
Counter device mengirim aksi dari loket yang aktif.
WebSocket meneruskan perubahan ke layar antrean.
Konfigurasi QCS disesuaikan dengan kebutuhan instansi. Perbedaan jumlah loket, kategori layanan, tenant, dan karakter pengunjung tidak dipaksa masuk ke satu konfigurasi yang sama.
DPMPTSP Kabupaten Bintan
Implementasi untuk 12 loket dari berbagai tenant layanan seperti Samsat, Imigrasi, Disdukcapil, BPJS, KPP Pratama, Kejaksaan Negeri, dan layanan lainnya.
Layanan Rawat Jalan
Sistem antrean digunakan pada area pelayanan pasien untuk membuat alur pemanggilan di loket rawat jalan lebih mudah dipahami oleh pengunjung.
Provinsi Kepulauan Riau
Mendukung antrean untuk layanan administrasi keagamaan, termasuk proses sertifikasi, pencatatan nikah, dan administrasi haji.
Administrasi Kependudukan
Digunakan untuk layanan KTP, KK, akta kelahiran, dan proses administrasi kependudukan dengan penugasan loket berdasarkan jenis layanan.
Integrasi antara perangkat dan aplikasi membuat alur antrean lebih mudah dipantau oleh pengunjung maupun petugas. Sistem juga dapat diterapkan pada beberapa jenis instansi tanpa bergantung pada satu konfigurasi hardware proprietary.
Nomor aktif dan loket pelayanan dapat dilihat melalui display yang terus diperbarui.
TV, monitor, workstation, dan perangkat berbasis microcontroller dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan lokasi.
Kategori layanan, tenant, branding, dan penugasan loket dapat berbeda pada setiap implementasi.
Aksi dari kiosk dan loket langsung tercermin pada state antrean serta layar publik.
Mulai dari jumlah layanan, loket, pola antrean, perangkat yang sudah tersedia, dan kendala pengunjung di area tunggu.
Kami membantu menentukan peran kiosk, display, perangkat loket, jaringan lokal, dan dashboard yang benar-benar dibutuhkan.
Setelah alur operasional jelas, konfigurasi hardware, software, dan tahapan implementasi dapat disusun lebih terarah.