ERP Restoran, POS Whitelabel
& Self-Service Kiosk

Sistem operasional restoran end-to-end yang menghubungkan pengadaan bahan baku, produksi dapur, stok multi-outlet, POS whitelabel, self-service kiosk, drive thru, pembayaran EDC, pencetakan multi-stasiun, payroll, hingga laporan keuangan. Software dan perangkat outlet dirancang sebagai satu alur agar operasional dua outlet tetap konsisten.

Restoran Mr. Blitz di Tanjungpinang
Mr. Blitz · Tanjungpinang
KlienMr. BlitzRestaurant & F&B
LokasiTanjungpinangBasuki Rahmat · Batu 10
Skala Operasional2 Outlet · 175 Meja114+ item menu aktif
HighlightMulti-Channel OrderingPOS · Kiosk · Table QR · Drive Thru

TentangMr. Blitz

Mr. Blitz merupakan restoran fast-casual di Tanjungpinang dengan pilihan menu yang luas dan operasional yang melayani dine-in, takeaway, self-order, serta drive thru. Dua outletnya membutuhkan proses pelayanan dan operasional yang tetap konsisten meskipun jumlah meja, menu, dan titik transaksi terus bertambah.

Kunjungi mrblitzindonesia.com
01Tanjungpinang

Basuki Rahmat

Jl. Basuki Rahmat, Bukit Bestari, Tanjungpinang.

02Tanjungpinang

Batu 10

Jalan arah Tanjung Uban, Tanjungpinang Timur.

175MejaKapasitas dua outlet
114+Item MenuPilihan menu aktif
7Kategori MenuDari minuman hingga combo

TantanganOperasional

Dengan dua outlet, 175 meja, lebih dari seratus item menu, dan beberapa jalur pemesanan, Mr. Blitz membutuhkan alur operasional yang tetap konsisten dari transaksi pelanggan hingga dapur, stok, pembayaran, dan laporan.

01

Pesanan dari Banyak Kanal

Kasir, kiosk, table QR, dan drive thru perlu masuk ke alur dapur yang sama tanpa pencatatan ulang.

02

Kontrol Bahan Baku & Produksi

Pemakaian bahan per menu perlu dapat ditelusuri agar stok, produksi, dan biaya lebih mudah diperiksa.

03

Operasional Dua Outlet

Transaksi, settlement, dan posisi stok perlu dapat dilihat per outlet maupun secara gabungan.

04

Ketergantungan pada Koneksi

Proses transaksi di outlet tetap harus berjalan meskipun koneksi internet sedang bermasalah.

Solusi yangDibangun

Solunesia membangun sistem operasional restoran yang menyatukan ERP, POS, self-service ordering, perangkat outlet, dan sinkronisasi data antar-outlet tanpa membuat staf bekerja melalui proses yang terpisah.

Pendekatan Implementasi

Sistem mengikuti cara outlet bekerja, bukan sebaliknya.

Setiap titik transaksi dan perangkat disusun agar staf tetap bekerja dengan alur yang familiar. Di belakangnya, data transaksi, stok, settlement, dan laporan tetap terhubung sehingga manajemen tidak perlu menggabungkan informasi dari proses yang berbeda.

Prinsip utamaLocal-first untuk operasional outlet, sinkronisasi untuk kebutuhan manajemen.
01

Operasional Lokal Tetap Berjalan

Local server menjaga transaksi outlet tetap aktif ketika koneksi internet tidak stabil.

02

Satu Backend untuk Semua Kanal

POS, kiosk, table QR, dan drive thru menggunakan sumber pesanan serta alur dapur yang sama.

03

Perangkat Menjadi Bagian dari Flow

Printer dapur, cash drawer, dan EDC terhubung langsung dengan proses transaksi di outlet.

04

Data Dua Outlet Dapat Dibaca Bersama

Transaksi, settlement, stok, dan laporan dapat dipantau dari data yang sudah tersinkronisasi.

Perangkat &Integrasi

Implementasi mencakup perangkat yang digunakan langsung oleh staf dan pelanggan. Setiap perangkat dikonfigurasi agar mengikuti alur transaksi dan dapur yang sama.

Area Kasir

POS terhubung dengan printer, cash drawer, dan perangkat pembayaran untuk mempercepat transaksi serta mengurangi input berulang oleh staf.

POS TerminalCash DrawerEDC Push Sync
Kasir Mr. BlitzCashier POS
Area kasir Mr. BlitzArea Operasional

Self-Service Kiosk

Pelanggan dapat memesan langsung melalui kiosk, lalu pesanan diteruskan ke dapur tanpa perlu dimasukkan kembali oleh kasir.

Self-Order DisplayPrinter DapurChecker Printer
Self-service kiosk Mr. BlitzOrder Kiosk
Self-service kiosk Mr. BlitzOrder Kiosk

ModulOperasional

Fungsi sistem dikelompokkan berdasarkan proses kerja utama agar tim operasional dan manajemen lebih mudah memahami peran setiap modul.

01

Inventaris & Stok

  • Master stok: bahan baku dan satuan.
  • Stock opname: rekonsiliasi per outlet.
  • Pergerakan stok: histori dan perpindahan.
02

Produksi Dapur

  • Resep / BOM: standar bahan per menu.
  • Production run: pemakaian aktual.
  • Yield: hasil produksi siap jual.
03

Pembelian

  • Purchase order: pemesanan bahan.
  • Supplier: data pemasok.
  • Penerimaan: pembaruan stok masuk.
04

Penjualan

  • POS: kasir dan settlement shift.
  • Self-order: kiosk dan table QR.
  • Drive thru: masuk ke alur dapur yang sama.
05

Karyawan & Keuangan

  • Payroll: berbasis kehadiran dan shift.
  • Biaya: pengeluaran operasional.
  • Settlement: rekonsiliasi transaksi.
06

Laporan Manajemen

  • Penjualan: item sales dan settlement.
  • Inventaris: posisi dan pergerakan stok.
  • Keuangan: P&L, Balance Sheet, Cash Flow.

PemesananTable QR

Pelanggan dapat menelusuri menu, menyesuaikan item, meninjau pesanan, memilih pembayaran, lalu menerima nomor pesanan langsung dari meja.

Halaman awal self-order
1. MulaiBuka menu dari meja.
Pemilihan menu
2. Pilih MenuTelusuri kategori.
Kustomisasi item
3. SesuaikanPilih level atau topping.
Tinjau pesanan
4. PeriksaTinjau item pesanan.
Metode pembayaran
5. BayarPilih metode pembayaran.
Nomor pesanan
6. Nomor PesananPesanan siap diproses.

DampakImplementasi

Setelah sistem digunakan, proses pemesanan, perangkat outlet, stok, dan pelaporan menjadi lebih terhubung di dua lokasi operasional.

Empat Kanal Masuk ke Satu Alur Dapur

Kasir, kiosk, table QR, dan drive thru menggunakan backend serta alur pemrosesan yang sama.

Operasional Tidak Bergantung Penuh pada Internet

Local server membantu transaksi dan perangkat outlet tetap berjalan saat koneksi bermasalah.

Kontrol Stok Lebih Terhubung

Penjualan, pemakaian bahan, dan produksi menggunakan data operasional yang saling terkait.

Pelaporan Lebih Terstruktur

Settlement, inventaris, dan keuangan dapat dibaca dari transaksi yang sudah tercatat di sistem.

01

Ceritakan Kondisi Saat Ini

Mulai dari alur kasir, dapur, stok, perangkat, dan proses yang masih dilakukan secara manual.

02

Petakan Kebutuhan Sistem

Kami membantu melihat titik yang perlu dihubungkan, diotomasi, atau dibangun ulang.

03

Tentukan Ruang Lingkup

Setelah kebutuhan jelas, pendekatan teknis dan tahapan implementasi dapat disusun lebih terarah.