Data Peminjam Tersebar
ARC, passport, NIK, data pemberi kerja, kontak darurat, dan rekening perlu berada pada satu record yang konsisten.
Platform kustom untuk mengelola siklus pinjaman berdenominasi NTD bagi pekerja migran Indonesia di Taiwan. Sistem menghubungkan onboarding peminjam, kontrak, pembayaran angsuran, status keterlambatan, komisi jaringan penjualan, dan pelaporan untuk tim operasional di Taiwan dan Indonesia.
KSP Finance menjalankan bisnis pinjaman personal untuk pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan. Pinjaman diterbitkan dan dibayar dalam NTD, sementara aktivitas operasional melibatkan tim administrasi di Taiwan dan Indonesia serta jaringan penjualan berjenjang yang terdiri dari agency, sales, dan reseller.
Ketika data peminjam, kontrak, pembayaran, komisi, dan status keterlambatan dikelola secara manual, tim di dua negara sulit bekerja dari informasi yang sama. Proses yang tersebar juga membuat pemantauan portofolio dan tindak lanjut pembayaran menjadi lebih kompleks.
ARC, passport, NIK, data pemberi kerja, kontak darurat, dan rekening perlu berada pada satu record yang konsisten.
Hari keterlambatan, grace period, penalti, dan batas eskalasi membutuhkan perhitungan yang konsisten untuk setiap kontrak.
Agency, sales, dan reseller memiliki atribusi komisi berbeda yang perlu dihitung dari pencairan pinjaman.
Tim Taiwan dan Indonesia membutuhkan tampilan yang sama untuk pembayaran, saldo kontrak, tren keterlambatan, dan laporan.
Solunesia membangun platform terpusat untuk membawa seluruh siklus pinjaman ke satu workflow. Data peminjam dimulai dari onboarding, diteruskan ke kontrak dan collection, lalu digunakan untuk status pinjaman, komisi, dan laporan tanpa perlu memindahkan data antar spreadsheet.
Peminjam, dokumen identitas, kontrak, pembayaran, penalti, jaringan penjualan, dan histori status dihubungkan dalam satu record operasional. Hak akses dan bahasa antarmuka disesuaikan agar tim di Taiwan dan Indonesia dapat bekerja pada sistem yang sama.
ARC dapat dibaca dengan AI untuk membantu mengisi identitas, tanggal, dan informasi pemberi kerja.
Nilai pinjaman, angsuran, sisa saldo, status, dan hari keterlambatan dapat dipantau dari satu halaman.
Pembayaran dicatat terhadap penalti dan pokok sesuai kondisi kontrak yang sedang berjalan.
Atribusi jaringan penjualan dan laporan manajemen menggunakan transaksi yang sudah tercatat di sistem.
Form registrasi dirancang untuk mengurangi input berulang pada tahap awal. Dokumen ARC dapat digunakan untuk membantu mengisi data, kemudian sistem menjalankan pemeriksaan identitas dan histori pinjaman sebelum proses dilanjutkan.
Foto ARC diproses untuk mengambil data identitas, tanggal penting, dan nama pemberi kerja ke dalam formulir.
NIK, passport, dan ARC dapat diperiksa terhadap blacklist serta histori pinjaman aktif sebelum onboarding diteruskan.
Identitas, pekerjaan, kontak, rekening, dan informasi kontrak awal dikumpulkan dalam satu alur input.

Tim operasional membutuhkan tampilan cepat untuk melihat siapa peminjamnya, kontrak apa yang aktif, nilai pinjaman, status pembayaran, dan tingkat keterlambatan tanpa membuka banyak file terpisah.

Daftar kontrak menampilkan identitas utama peminjam, nomor kontrak, nilai pinjaman dalam NTD, lokasi, sales yang terkait, serta indikator status seperti lunas atau terlambat beserta jumlah harinya.
Pencatatan pembayaran tidak hanya mengurangi saldo. Sistem perlu memahami sisa pokok, penalti yang berjalan, status kontrak, dan urutan alokasi pembayaran agar collection tetap konsisten di seluruh tim.
Input nominal pembayaran yang diterima.
Sistem membaca denda dan kondisi kontrak saat itu.
Pembayaran diarahkan ke penalti atau pokok sesuai aturan.
Sisa NTD dan status kontrak diperbarui pada record yang sama.

Dashboard manajemen merangkum kondisi portofolio dari data kontrak dan pembayaran yang sudah tercatat. Tim di Taiwan dan Indonesia dapat melihat informasi yang sama melalui antarmuka berbasis peran dan dua bahasa.

Ringkasan manajemen dapat memperlihatkan jumlah peminjam, kontrak aktif dan selesai, saldo yang belum lunas, serta kondisi portofolio. Sistem juga mendukung laporan keuangan dari rekap pembayaran hingga analisis per kontrak.
Implementasi memindahkan proses yang sebelumnya tersebar menjadi satu alur digital. Tim dapat bekerja dari data kontrak yang sama, sementara status pembayaran, keterlambatan, komisi, dan laporan mengikuti transaksi yang sudah tercatat.
Onboarding, kontrak, collection, status, dan pelunasan dapat ditelusuri dalam satu sistem.
Hari overdue dan perubahan status dapat dipantau berdasarkan aturan yang diterapkan pada sistem.
Atribusi agency, sales, dan reseller mengikuti kontrak serta pencairan yang sudah tercatat.
Tim Taiwan dan Indonesia mengakses data yang sama dengan hak akses dan bahasa yang sesuai.
Mulai dari onboarding, kontrak, collection, komisi, dan laporan yang masih dikelola melalui banyak alat.
Kami membantu melihat data, workflow, hak akses, dan aturan bisnis yang perlu dihubungkan dalam satu platform.
Setelah proses jelas, modul, integrasi, otomatisasi, dan tahapan implementasi dapat disusun lebih terarah.