ERP & POS untuk OperasionalMulti-Area

Sistem terpadu untuk menghubungkan produksi, inventaris, distribusi stok, transaksi retail, penjualan B2B, keuangan, dan puluhan gerobak operasional Kopiway yang tersebar di beberapa wilayah Kepulauan Riau.

Operasional Kopiway
Kopiway · Multi-Area Operations
KlienKopiway.idF&B · Coffee Operations
WilayahKepulauan RiauTanjungpinang · Bintan · Batam · Karimun
Model OperasionalProduksi Pusat + Multi-AreaDistribusi ke outlet dan gerobak operasional
HighlightERP Pusat + POS per LokasiRetail · Gerobak · B2B · Finance

Tentang Kopiway

Kopiway menjalankan operasional coffee chain dengan produksi pusat, penjualan retail, kanal B2B, dan lebih dari 50 gerobak operasional. Aktivitasnya tersebar di beberapa area Kepulauan Riau sehingga produksi, distribusi stok, transaksi, dan pelaporan perlu tetap menggunakan alur data yang konsisten.

01

Tanjungpinang

2 area operasional, termasuk Kopiway HQ.

02

Bintan

1 area operasional.

03

Batam

2 area operasional.

04

Karimun

1 area operasional.

6Area OperasionalTersebar di 4 wilayah
50+Gerobak OperasionalTerhubung ke sistem pusat
40+Modul SistemERP · POS · Supply Chain · Finance

Tantangan Operasional

Ketika titik operasional bertambah, pekerjaan manual membuat produksi, distribusi stok, transaksi gerobak, dan laporan keuangan semakin sulit dipantau sebagai satu proses.

01

Produksi Sulit Ditelusuri

Bahan baku, hasil roasting, produk siap jual, dan yield perlu tercatat sebagai satu rangkaian produksi.

02

Transaksi Gerobak Tersebar

Puluhan titik penjualan menghasilkan transaksi yang tetap harus masuk ke sistem pusat tanpa rekap manual.

03

Stok Antar Area

Permintaan, distribusi, dan posisi stok perlu terlihat dari sumber data yang sama di seluruh area.

04

Keuangan dari Banyak Kanal

Retail, B2B, payroll, biaya, dan settlement perlu dirangkum tanpa menggabungkan banyak file secara manual.

Solusi yang Dibangun

Solunesia membangun ERP kustom sebagai pusat operasional dan menghubungkannya dengan POS di berbagai titik penjualan. Sistem menyatukan produksi, inventaris, pembelian, penjualan, keuangan, serta laporan tanpa memaksa tim mengubah seluruh cara kerja di lapangan.

Pendekatan Implementasi

Satu sumber data untuk aktivitas yang tersebar di banyak lokasi.

Produksi dan inventaris dikelola dari pusat, lalu distribusi stok serta transaksi dari outlet dan gerobak kembali tercatat ke ERP. Dengan pola ini, manajemen dapat melihat aktivitas operasional tanpa menunggu rekap dari setiap titik.

Fokus utamaProduksi, stok, transaksi, B2B, dan keuangan tetap terhubung meskipun operasional tersebar.
01

Produksi & Inventaris Terhubung

Bahan baku, resep, hasil produksi, dan stok menggunakan data operasional yang sama.

02

POS per Titik Operasional

Outlet dan gerobak menggunakan POS yang disesuaikan per lokasi dan tetap terhubung ke ERP pusat.

03

Retail & B2B Tetap Terpisah

Penjualan wholesale memiliki harga pelanggan dan pencatatan piutang tanpa bercampur dengan transaksi retail.

04

Keuangan Mengikuti Transaksi

Expense, settlement, piutang, jurnal, dan laporan menggunakan transaksi yang sudah masuk ke sistem.

Produksi & Distribusi

Alur operasional dimulai dari bahan baku dan proses produksi, lalu bergerak ke distribusi stok dan penjualan di berbagai titik. Setiap tahap tetap tercatat agar posisi barang dan hasil produksi lebih mudah ditelusuri.

01

Supplier & Bahan Baku

Purchase order dan penerimaan barang memperbarui stok bahan.

02

Produksi

Resep/BOM, production run, yield, roasting, dan packaging.

03

Distribusi Stok

Produk dikirim sesuai kebutuhan area dan titik operasional.

04

Penjualan

Outlet, gerobak, dan B2B mengembalikan data transaksi ke sistem pusat.

Tanjungpinang2 area · termasuk HQ
Bintan1 area
Batam2 area
Karimun1 area

Modul Operasional

Lebih dari 40 modul dikelompokkan berdasarkan fungsi kerja agar tim operasional dan manajemen lebih mudah memahami perannya di dalam sistem.

01

Inventaris & Stok

  • Master stok: bahan baku dan produk jadi.
  • Stock opname: rekonsiliasi fisik dan sistem.
  • Internal request: permintaan stok antar lokasi.
  • Dispatch: distribusi ke outlet dan gerobak.
02

Produksi

  • Resep / BOM: standar bahan per produk.
  • Production run: input bahan dan hasil produksi.
  • Yield: konversi bahan ke produk siap jual.
  • Packaging: hasil produksi untuk distribusi.
03

Pembelian

  • Purchase order: pemesanan bahan.
  • Supplier master: data pemasok.
  • Goods receipt: penerimaan barang.
  • Stock update: stok diperbarui saat barang masuk.
04

Penjualan

  • POS: outlet dan gerobak operasional.
  • Wholesale: harga khusus pelanggan B2B.
  • Online order: kanal penjualan terintegrasi.
  • Shift: rekap transaksi dan kas.
05

Keuangan

  • Expense: biaya operasional harian.
  • Settlement: rekonsiliasi penjualan.
  • Accounts receivable: piutang B2B.
  • Journal & COA: pencatatan transaksi.
06

Laporan

  • Financial: P&L, Balance Sheet, Cash Flow.
  • Sales: performa kasir dan item.
  • Inventory: posisi dan pergerakan stok.
  • Operations: settlement dan distribusi.

POS & Penjualan

POS digunakan di outlet dan gerobak operasional dengan katalog, harga, serta pengaturan lokasi yang sesuai. Transaksi langsung masuk ke ERP pusat sehingga tidak perlu direkap ulang.

Penjualan retail dan B2B menggunakan alur yang berbeda, tetapi tetap berada di dalam sistem yang sama. Retail berfokus pada transaksi per titik operasional, sedangkan wholesale menangani harga pelanggan, piutang, dan histori pembayaran.

01POS outlet & 50+ gerobak operasional
02Buka/tutup shift & rekonsiliasi kas
03Settlement per titik operasional
04Wholesale dengan harga pelanggan
05Promo & voucher

Dampak Implementasi

Setelah sistem digunakan, produksi, distribusi, transaksi, stok, dan pelaporan dapat dibaca sebagai satu rangkaian operasional meskipun titik kerjanya tersebar.

Produksi Lebih Mudah Ditelusuri

Bahan baku, production run, yield, dan hasil produksi tercatat melalui alur yang sama.

Gerobak Tetap Terhubung

Transaksi dari lebih dari 50 gerobak masuk ke ERP pusat tanpa rekap manual per titik.

Stok Multi-Area Lebih Terlihat

Permintaan, distribusi, dan stock opname menggunakan sumber data yang sama.

Pelaporan Lebih Terstruktur

Retail, B2B, settlement, inventaris, dan keuangan dapat dirangkum dari sistem yang sama.

01

Ceritakan Kondisi Saat Ini

Mulai dari produksi, stok, distribusi, outlet, titik penjualan, dan proses yang masih dikerjakan manual.

02

Petakan Kebutuhan Sistem

Kami membantu melihat proses yang perlu dihubungkan, diotomasi, atau disederhanakan.

03

Tentukan Ruang Lingkup

Setelah kebutuhan jelas, pendekatan teknis dan tahapan implementasi dapat disusun lebih terarah.