Tanjungpinang
2 area operasional, termasuk Kopiway HQ.
Sistem terpadu untuk menghubungkan produksi, inventaris, distribusi stok, transaksi retail, penjualan B2B, keuangan, dan puluhan gerobak operasional Kopiway yang tersebar di beberapa wilayah Kepulauan Riau.
Kopiway menjalankan operasional coffee chain dengan produksi pusat, penjualan retail, kanal B2B, dan lebih dari 50 gerobak operasional. Aktivitasnya tersebar di beberapa area Kepulauan Riau sehingga produksi, distribusi stok, transaksi, dan pelaporan perlu tetap menggunakan alur data yang konsisten.
2 area operasional, termasuk Kopiway HQ.
1 area operasional.
2 area operasional.
1 area operasional.
Ketika titik operasional bertambah, pekerjaan manual membuat produksi, distribusi stok, transaksi gerobak, dan laporan keuangan semakin sulit dipantau sebagai satu proses.
Bahan baku, hasil roasting, produk siap jual, dan yield perlu tercatat sebagai satu rangkaian produksi.
Puluhan titik penjualan menghasilkan transaksi yang tetap harus masuk ke sistem pusat tanpa rekap manual.
Permintaan, distribusi, dan posisi stok perlu terlihat dari sumber data yang sama di seluruh area.
Retail, B2B, payroll, biaya, dan settlement perlu dirangkum tanpa menggabungkan banyak file secara manual.
Solunesia membangun ERP kustom sebagai pusat operasional dan menghubungkannya dengan POS di berbagai titik penjualan. Sistem menyatukan produksi, inventaris, pembelian, penjualan, keuangan, serta laporan tanpa memaksa tim mengubah seluruh cara kerja di lapangan.
Produksi dan inventaris dikelola dari pusat, lalu distribusi stok serta transaksi dari outlet dan gerobak kembali tercatat ke ERP. Dengan pola ini, manajemen dapat melihat aktivitas operasional tanpa menunggu rekap dari setiap titik.
Bahan baku, resep, hasil produksi, dan stok menggunakan data operasional yang sama.
Outlet dan gerobak menggunakan POS yang disesuaikan per lokasi dan tetap terhubung ke ERP pusat.
Penjualan wholesale memiliki harga pelanggan dan pencatatan piutang tanpa bercampur dengan transaksi retail.
Expense, settlement, piutang, jurnal, dan laporan menggunakan transaksi yang sudah masuk ke sistem.
Alur operasional dimulai dari bahan baku dan proses produksi, lalu bergerak ke distribusi stok dan penjualan di berbagai titik. Setiap tahap tetap tercatat agar posisi barang dan hasil produksi lebih mudah ditelusuri.
Purchase order dan penerimaan barang memperbarui stok bahan.
Resep/BOM, production run, yield, roasting, dan packaging.
Produk dikirim sesuai kebutuhan area dan titik operasional.
Outlet, gerobak, dan B2B mengembalikan data transaksi ke sistem pusat.
Lebih dari 40 modul dikelompokkan berdasarkan fungsi kerja agar tim operasional dan manajemen lebih mudah memahami perannya di dalam sistem.
POS digunakan di outlet dan gerobak operasional dengan katalog, harga, serta pengaturan lokasi yang sesuai. Transaksi langsung masuk ke ERP pusat sehingga tidak perlu direkap ulang.
Penjualan retail dan B2B menggunakan alur yang berbeda, tetapi tetap berada di dalam sistem yang sama. Retail berfokus pada transaksi per titik operasional, sedangkan wholesale menangani harga pelanggan, piutang, dan histori pembayaran.

Setelah sistem digunakan, produksi, distribusi, transaksi, stok, dan pelaporan dapat dibaca sebagai satu rangkaian operasional meskipun titik kerjanya tersebar.
Bahan baku, production run, yield, dan hasil produksi tercatat melalui alur yang sama.
Transaksi dari lebih dari 50 gerobak masuk ke ERP pusat tanpa rekap manual per titik.
Permintaan, distribusi, dan stock opname menggunakan sumber data yang sama.
Retail, B2B, settlement, inventaris, dan keuangan dapat dirangkum dari sistem yang sama.
Mulai dari produksi, stok, distribusi, outlet, titik penjualan, dan proses yang masih dikerjakan manual.
Kami membantu melihat proses yang perlu dihubungkan, diotomasi, atau disederhanakan.
Setelah kebutuhan jelas, pendekatan teknis dan tahapan implementasi dapat disusun lebih terarah.