Belum Ada Pengalaman Membaca Digital
Pembaca belum dapat mengakses edisi harian melalui smartphone atau komputer dan masih bergantung pada distribusi fisik.
Platform PWA mobile-first yang membawa edisi harian Tanjungpinang Pos ke perangkat digital. Pembaca dapat membuka koran dengan pengalaman page-flip, mengakses arsip edisi, berlangganan online, membayar melalui virtual account, serta mengelola akun dan transaksi tanpa perlu mengunduh aplikasi dari app store.

Tanjungpinang Pos merupakan surat kabar harian regional yang melayani pembaca di Kepulauan Riau. Ketika kebiasaan membaca bergeser ke smartphone, edisi cetak perlu memiliki kanal digital yang tetap mempertahankan format koran sekaligus mendukung model langganan dan operasional penerbitan harian.
Edisi cetak memiliki pembaca yang sudah terbiasa dengan format koran, tetapi belum ada pengalaman digital yang dapat mempertahankan pola membaca tersebut. Di sisi bisnis, langganan, pembayaran, dan pengelolaan publikasi juga belum memiliki workflow digital yang terhubung.
Pembaca belum dapat mengakses edisi harian melalui smartphone atau komputer dan masih bergantung pada distribusi fisik.
Belum tersedia alur untuk menjual akses digital, mengelola akun pelanggan, memproses pembayaran online, dan menerbitkan invoice.
Tim belum memiliki dashboard untuk mengelola edisi, memantau status publikasi, transaksi, dan aktivitas subscriber dalam satu tempat.
Solunesia membangun PWA yang menggabungkan pengalaman membaca koran, sistem langganan, checkout dan pembayaran, akun pelanggan, arsip edisi, serta dashboard operasional. Struktur platform dibuat mobile-first agar pembaca dapat mengakses koran dari browser tanpa kehilangan karakter utama dari edisi cetak.
Reader tetap menampilkan layout asli koran dengan navigasi page-flip dan zoom. Di luar pengalaman membaca, platform menangani lifecycle pelanggan mulai dari memilih paket, membayar, menerima invoice, hingga melihat histori transaksi dan status akun.
Edisi harian mempertahankan layout cetak dengan navigasi halaman, zoom, dan akses ke edisi terbaru.
Informasi paket, ketentuan, serta proses langganan berada dalam alur yang dapat dipahami sebelum checkout.
Virtual account, invoice digital, histori transaksi, dan status akun dihubungkan dengan akses pelanggan.
Tim mengelola penerbitan edisi, penjadwalan, views, transaksi, dan pencarian subscriber dari dashboard internal.
Proses langganan dirancang sebagai perjalanan yang berurutan dari melihat edisi, memilih paket, menyelesaikan pembayaran, hingga akun pelanggan siap digunakan.







Checkout terhubung ke payment gateway yang memproses virtual account secara otomatis. Pembaca memilih kanal pembayaran, menerima nomor VA, menyelesaikan transfer, lalu sistem mengonfirmasi pembayaran, menerbitkan invoice digital, dan mengaktifkan akses langganan tanpa intervensi manual. Status transaksi dan histori pesanan tersimpan di akun pelanggan.
Platform publik membutuhkan backend yang mengikuti ritme penerbitan harian. Dashboard digunakan untuk menerbitkan edisi, mengatur jadwal, melihat performa edisi, dan memantau transaksi serta subscriber.
Tim editorial dan bisnis bekerja dari satu dashboard. Edisi baru dapat dipublikasikan atau dijadwalkan, sementara transaksi dan status pesanan tetap dapat dipantau tanpa berpindah ke sistem terpisah.


Sejak dirilis pada 2021, Tanjungpinang Pos memiliki kanal digital untuk membaca, berlangganan, membayar, mengakses arsip, dan mengelola publikasi melalui satu platform.
Edisi dapat dipublikasikan setiap hari pada pukul 06.00 WIB dan diakses melalui smartphone dari berbagai lokasi.
Page-flip menjaga layout asli koran sehingga perpindahan dari cetak ke digital tetap terasa familiar.
Pembaca dapat memilih paket, membayar melalui kanal virtual account, dan memperoleh akses akun setelah pembayaran.
Tim editorial dapat mengelola edisi, jadwal, views, subscriber, dan transaksi dari dashboard yang sama.
Mulai dari format konten, frekuensi terbit, pembaca, model langganan, dan proses editorial yang sudah berjalan.
Kami membantu menghubungkan pengalaman membaca, subscription, payment, akun pelanggan, dan kebutuhan operasional tim.
Setelah workflow jelas, fitur, integrasi pembayaran, admin, dan tahapan implementasi dapat disusun lebih terarah.